Wednesday, October 7, 2020

Teori yang berhubungan dengan psikologi lingkungan

Kali ini tugas mata kuliah Psikologi Lingkungan. Yaitu membahas mengenai teori dasar antara hubungan manusia dengan lingkungannya. Diantaranya yaitu teori stimulus dan respon dan teori kognitif yang akan dibahas pada halaman ini.


TEORI STIMULUS DAN RESPON

Beberapa istilah yang perlu diingat adalah :

·        Stimulus adalah peristiwa yang terjadi baik di luar maupun di dalam tubuh manusia yang menyebabkan timbulnya suatu perubahan tingkah laku. 

·        Respons adalah perubahan yang disebabkan oleh adanya stimulus.

Salah satu tokoh behaviorist bernama John B. Watson (1878 - 1958) yang dianggap memiliki pandangan radikal mengemukakan gagasannya dalam sebuah tulisan yang dituangkannya dalam makalah yang berjudul “Psychology as the behaviorist views it” (1931). Sebagai berikut :

Pertama, Watson menentang aliran psikologi terdahulu yang dianggapnya tidak ilmiah. Bila psikologi ingin diakui sebagai ilmu yang benar-benar ilmiah, maka ia harus membuang fenomena kejiwaan yang tidak ilmiah yang mempelajari gejala kesadaran (consciousness) dengan metode introspeksi. Gejala kejiwaan yang sifatnya subyektif seperti cita-cita, harapan dan imajinasi selain tidak nyata juga tidak bisa diukur secara obyektif. Yang bisa diukur dan diamati adalah perilaku nyata (observable behavior), misalnya, menulis, berbicara, membaca, berjalan, dan lain-lain. Seseorang yang bisa membaca dapat diamati dari mulai tidak bisa membaca sama sekali, membaca satu halaman dengan susah payah, membaca dengan lancar, dan menyelesaikan bahan bacaan satu, dua, tiga halaman sampai satu buku dengan cepat. Maka bisa dipahami bila Behaviorisme sangat besar pengaruhnya terhadap psikologi pembelajaran karena prinsip belajar adalah terjadinya perubahan perilaku.

Kedua, Watson menentang psikologi yang mengakui faktor kemampuan (abilities). Bagi Watson, “lingkungan” adalah segalanya. Dalam hubungan ini Watson mengemukakan pernyataan yang sifatnya menantang (terjemahan bebas penulis).

Tulisan tersebut dikembangkan dari gagasan dasar Pavlov yang merupakan landasan aliran psikologi Behaviourisme yaitu berasal dari hasil eksperimennya yang menyatakan bahwa semua perilaku manusia merupakan hasil conditioning (pengondisian). Kuat atau lemahnya asosiasi stimulus-respon (S-R) ditentukan oleh conditioning.


PSIKOLOGI LINGKUNGAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN KOGNITIF

Teori   yang   berorientasi   lingkungan   dalam   Psikologi   lebih   banyak   dikaji   oleh   behavioristik. Perilaku terbentuk karena pengaruh umpan balik (pengukuh positif dan negatif) dan pengaruh modelling. Dilukiskan bahwa manusia sebagai black-box yaitukotak hitam yang siap   dibentuk   menjadi   apa   saja.   Dalam   Psikologi   Lingkungan,   teori   yang   berorientasi   lingkungan,   salah   satu   aplikasinya   adalah   geographical   determinant   yaitu   teori yang memandang perilaku manusia lebih ditentukan faktor lingkungan dimana manusia hidup yaitu apakah di pesisir, di pegunungan, ataukah di daratan. Adanya perbedaan lokasi di mana tinggal dan berkembang akan menghasilkan perilaku yang berbeda. Ada  proses  interaksi  antara  kapasitas  diri  dengan  stimulasi  lingkungan.   Artinya,   manusia   dapat   mempengaruhi   lingkungan   dan   lingkungan   dapat   dipengaruhi   oleh   manusia.

Teori “Stimulus dan respon” sendiri adalah merupakan sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner, tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman pertama. Pengalaman adalah hasil sentuhan alam dengan panca indra manusia. Berasal dari kata Peng-alam-an. Pengalaman memungkinkan seseorang menjadi tahu dan hasil tahu itu disebut pengetahuan. Dalam dunia kerja istilah pengalaman juga digunakan untuk merujuk pada pengetahuan dan ketrampilan tentang sesuatu yang diperoleh melalui keterlibatan dengannya selama periode tertentu. belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon.

Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut. Faktor lain dari aliran behavioristik adalah faktor penguatan (Reinforcement). Bila penguatan ditambahkan (Positive Reinforcement) maka respon akan semakin kuat. Begitu pula bila respon dikurangi atau dihilangkan (Negetive Reinforcement) maka respon juga semakin kuat.

Jean Piaget menyebutkan bahwa struktur kognitif sebagai Skemate (Schmas), yaitu kumpulan dari skema-skema. Seorang individu dapat mengikat, memahami dan memberikan respon terhadap stimulus disebabkan karena bekerjanya skemata ini. Skemata ini berkembang secara kronologis, sebagai hasil interaksi antara individu dengan lingkungannya. Dengan demikian seorang individu yang lebih dewasa memiliki struktu kognitif yang lebih lengkap dari pada ketika ia masih kecil. Seorang anak yang baru pertama kali melihat buaya akan menyebutnya sebagai cecak besar, karena cecaklah yang selalu dilihatnya di rumah dan cecaklah yang paling dekat dengan stimulusnya.

Perkembangan skemata ini berlangsung terus-menerus melalui adaptasi dengan lingkungannya. Skemata tersebut membentuk suatu pola penalaran tertentu dalm pikiran anak. Makin baik kualitas skema ini, makin baik pulalah pola penalaran anak tersebut. Proses terjadinya adaptasi dari skemata yang telah terbentuk dengan stimulus baru dilakukan dengan dua cara, yaitu asimilasi dan  akomodasi. Asimilasi adalah proses pengintegrasian secara langsung stimulus baru kedalam skema yang telah terbentuk. Sedangkan akomodasi adalah proses pengintegrasian stimulus baru ke dalam skema yang telah terbentuk  secara tidak langsung.

Pengetahuan    lingkungan    seseorang terhadap   Iingkungannya   merupakan   unsur dasar   dalam   penyesuaian   manusia   yang merupakan    persyaratan    yang    baik    bagi manusia untuk survive dan untuk mempengaruhi  perilakunya.  Dalam  hal  ini yang  dimaksud  adalah  peta  kognitif,  yaitu semua  pengetahuan  yang  terkumpulkan  dan terorganisasikan yang dimiliki oleh organisme    tentang    dirinya    sendiri    dan tentang dunianya.



DAFTAR PUSTAKA

Helmi,  A.F.,  1994.  Hidup  di  Kota  Semakin  Sulit.  Bagaimana  Strategi  Adaptasi  yang  Efektif  dalam Situsi Kepadatan Sosial ? Buletin Psikologi, II (2)1-5.

Yulistiana, dkk. 2017. HUBUNGAN ANTARA PETA KOGNITIF DAN PERSEPSI LINGKUNGAN DENGAN PERILAKU SISWA YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN. Jurnal Pendidikan Lingkungan Hidup. Vol-5. No 2

 

 

 


No comments:

Post a Comment

Teori yang berhubungan dengan psikologi lingkungan

Kali ini tugas mata kuliah Psikologi Lingkungan. Yaitu membahas mengenai teori dasar antara hubungan manusia dengan lingkungannya. Diantaran...