Sudah kenal Bapak Kurt Lewin?
Kurt Lewin adalah seorang psikolog Jerman-Amerika yang dianggap sebagai salah satu pionir modern di bidang
psikologi sosial, psikologi organisasi, dan psikologi terapan di Amerika
Serikat. Sehingga disebut sebagai Bapak Psikologi Sosial. Lalu, kenapa Teori Medan muncul
sebagai teori dalam Psikologi Sosial?
Bagi Lewin, teori merupakan
sekumpulan konsep dimana seseorang dapat menggambarkan kenyataan psikologis.
Konsep tersebut harus cukup luas untuk dapat diterapkan dalam
semua bentuk tingkah laku, dan sekaligus juga cukup spesifik untuk
menggambarkan orang tertentu dalam suatu situasi konkret.
Teori Medan Kurt Lewin
Teori medan muncul
sebagai teori dalam psikologi sosial karena dipengaruhi oleh perkembangan ilmu
alam dan ilmu kimia. Psikologi itu sendiri hadir untuk mengikuti perkembangan
ilmu pengetahuan karena psikologi merupakan sebuah paradigma baru dalam ilmu
pengetahuan yang memberikan cara pandang serta upaya dalam memahami
gejala-gejala ilmiah. Lewin juga menggolongkan teori medan
sebagai “suatu metode untuk menganalisis hubungan hubungan kausal dan
untuk membangun konstruk-konstruk ilmiah”. Ciri ciri utama dari
teori Lewin, yaitu :
1. 1. Tingkah laku adalah suatu fungsi dari medan yang ada pada waktu
tingkah laku itu terjadi.
2. 2. Analisis mulai dengan situasi sebagai keseluruhan dari mana
bagian bagian komponennya dipisahkan.
3. 3. Orang yang kongkret dalam situasi yang kongkret dapat
digambarkan secara matematis.
Rumus
: LP = RH (Lingkungan Psikologis = Ruang Hidup/Medan)
Konsep teori medan
telah diterapkan Lewin dalam berbagai gejala psikologis dan sosiologis,
termasuk tingkah laku bayi dan anak-anak, masa adolsen, keterbelakangan mental,
masalah masalah kelompok minoritas, perbedaan perbedan karakter nasional dan
dinamika kelompok.
Pusat perhatian teori Lewin yaitu tentang struktur, dinamika dan perkembangan
kepribadian yang dikaitkan dengan lingkungan psikologis, karena orang orang dan
lingkungannya merupakan bagian bagian ruang kehidupan (life space) yang saling
tergantung satu sama lain. Life space digunakan Lewin sebagai istilah untuk
keseluruhan medan psikologis.
A. A. Medan
(Ruang Hidup)
Medan
(Ruang hidup) mengandung semua kemungkinan fakta yang
dapat menentukan tingkah laku individu. Ruang hidup meliputi segala sesuatu
yang harus diketahui untuk memahami tingkah laku kongkrit manusia individual
dalam suatu lingkungan psikologis tertentu pada saat tertentu. Tingkah laku
adalah fungsi dan ruang hidup.
Secara
matematis : TL = f (RH)
Fakta-fakta
non-psikologis dapat dan sungguh-sungguh mengubah fakta-fakta psikologis.
Fakta-fakta dalam lingkungan psikologis dapat juga menghasilkan
perubahan-perubahan dalam dunia fisik. Ada komunikasi dua arah
antara ruang hidup dan dunia luar bersifat dapat ditembus (permeability),
tetapi dunia fisik (luar) tidak dapat berhubungan langsung dengan
pribadi karena suatu fakta harus ada dalam lingkungan psikologis sebelum
mempengaruhi/dipengaruhi oleh pribadi.
B. Lingkungan Psikologis
Meskipun
pribadi dikelilingi oleh lingkungan psikologisnya, namun ia bukanlah bagian
atau termasuk dalam lingkungan tersebut. Lingkungan psikologis berhenti pada
batas pinggir elips, tetapi batas antarea pribadi dan lingkungan juga bersifat
dapat ditembus. Hal ini berarti fakta-fakta ligngkungan dapat mempengaruhi
pribadi. Secara matematis : P = f (LP). Dan fakta-fakta pribadi dapat
mempengaruni lingkungan. Secara matematis : LP = f (LP).
C. C. Pribadi
Menurut
Lewin, pribadi adalah heterogen, terbagi menjadi bagian-bagian yang terpisah
meskipun saling berhubungan dan saling bergantung. Daerah
dalam personal dibagi menjadi sel-sel. Sel-sel yang berdekatan dengan daerah
konseptual motor disebut sel-sel periferal; p, sel-sel dalam pusat
lingkaran disebut sel-sel sentral; s. Sistem motor bertindak
sebagai suatu kesatuan karena biasanya lahannya dapat nelakukan sesuatu
tindakan pada suatu saat. Begitu pula dengan sistem
perseptual artinya orang hanya dapat memperhatikan dan mempersepsikan satu hal
pada suatu saat. Bagian-bagian tersebut mengadakan komunikasi dan
interdependen, tidak bisa berdiri sendiri.
D.
Dinamika Kepribadian
Konsep-konsep dinamika dari Lewin yakni kebutuhan energi psikis, tegangan, kekuatan atau vektor dan valensi. Konstruk-konstruk dinamika ini menentukan lokomosi khusus dari individu dan cara ini mengatur struktur lingkungannya, Lokomosi dan perubahan-perubahan dan struktur berfungsi mereduksi tegangan dengan cara memuaskan kebutuhan.
Suatu
tegangan dapat direduksikan dan keseimbangan dipulihkan oleh suatu lokomosi
substitusi. Proses ini menuntut bahwa dua kebutuhan erat saling ketergantungan
satu sama lain sehingga pemisahan salah satu kebutuhan adalah
melepaskan tegangan dari sitem kebutuhan lainnya. Akhirnya tegangan dapat
direduksikan dengan lokomosi-lokomosi murni khayalan. Seseorang yang berkhayal
bahwa ia telah melakukan perbuatan
yang sulit atau menempati suatu jabatan yang tinggi mendapat semacam kepuasan
semi dari sekedar berkhayal tentang keberhasilan.
Perkembangan Kepribadian
Menurut Lewin hakekat
Perkembangan Kepribadian itu
terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut :
1.
Diferensiasi.
Yaitu semakin bertambah
usia, maka region-region dalam pribadi seseorang dalam
Lingkungan Psikologis-nya akan semakin bertambah. Begitu pula dengan
kecakapan-kecakapan atau keterampilan-keterampilannya.
Contohnya : orang dewasa
lebih pandai menyembunyikan isi hatinya dari –pada anak-anak
(region anak lebih mudah ditembus).
2.
Perubahan dalam variasi
tingkah lakunya.
3.
Perubahan dalam
organisasi dan struktur tingkah lakunya lebih kompleks.
4.
Bertambah luasnya arena
aktivitas.
Contohnya : Anak kecil
terikat oleh masa kini, sedangkan orang dewasa terikat oleh masa kini, masa
lampau dam masa depan.
5.
Perubahan dalam realitas.
Dapat membedakan mana yang khayalan dan yang nyata, pola berfikir meningkat.
Contohnya : Dari pola
berfikir assosiasi menjadi pola berfikir abstrak.