Monday, September 21, 2020

Mengilik Makna Teori Medan Kurt Lewin

        

Sudah kenal Bapak Kurt Lewin? 

Kurt Lewin adalah seorang psikolog Jerman-Amerika yang dianggap sebagai salah satu pionir modern di bidang psikologi sosial, psikologi organisasi, dan psikologi terapan di Amerika Serikat. Sehingga disebut sebagai Bapak Psikologi Sosial. Lalu, kenapa Teori Medan muncul sebagai teori dalam Psikologi Sosial?

Bagi Lewin, teori merupakan sekumpulan konsep dimana seseorang dapat menggambarkan kenyataan psikologis. Konsep tersebut harus cukup luas untuk dapat diterapkan dalam semua bentuk tingkah laku, dan sekaligus juga cukup spesifik untuk menggambarkan orang tertentu dalam suatu situasi konkret.

Teori Medan Kurt Lewin

Teori medan muncul sebagai teori dalam psikologi sosial karena dipengaruhi oleh perkembangan ilmu alam dan ilmu kimia. Psikologi itu sendiri hadir untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan karena psikologi merupakan sebuah paradigma baru dalam ilmu pengetahuan yang  memberikan cara pandang serta upaya dalam memahami gejala-gejala ilmiah. Lewin juga menggolongkan teori medan sebagai “suatu metode untuk menganalisis hubungan hubungan kausal dan untuk membangun konstruk-konstruk ilmiah”. Ciri ciri utama dari teori Lewin, yaitu :

1.      1.          Tingkah laku adalah suatu fungsi dari medan yang ada pada waktu tingkah laku itu terjadi.

2.      2.          Analisis mulai dengan situasi sebagai keseluruhan dari mana bagian bagian komponennya  dipisahkan.

3.      3.          Orang yang kongkret dalam situasi yang kongkret dapat digambarkan secara matematis.

        Rumus : LP = RH (Lingkungan Psikologis = Ruang Hidup/Medan)

Konsep teori medan telah diterapkan Lewin dalam berbagai gejala psikologis dan sosiologis, termasuk tingkah laku bayi dan anak-anak, masa adolsen, keterbelakangan mental, masalah masalah kelompok minoritas, perbedaan perbedan karakter nasional dan dinamika kelompok.

Pusat perhatian teori Lewin yaitu tentang struktur, dinamika dan perkembangan kepribadian yang dikaitkan dengan lingkungan psikologis, karena orang orang dan lingkungannya merupakan bagian bagian ruang kehidupan (life space) yang saling tergantung satu sama lain. Life space digunakan Lewin sebagai istilah untuk keseluruhan medan psikologis.

A.              A.            Medan (Ruang Hidup)

        Medan (Ruang hidup) mengandung semua kemungkinan fakta yang dapat menentukan tingkah laku individu. Ruang hidup meliputi segala sesuatu yang harus diketahui untuk memahami tingkah laku kongkrit manusia individual dalam suatu lingkungan psikologis tertentu pada saat tertentu. Tingkah laku adalah fungsi dan ruang hidup.

                                Secara matematis : TL = f (RH)

            Fakta-fakta non-psikologis dapat dan sungguh-sungguh mengubah fakta-fakta psikologis. Fakta-fakta dalam lingkungan psikologis dapat juga menghasilkan perubahan-perubahan dalam  dunia fisik. Ada komunikasi dua arah antara ruang hidup dan dunia luar bersifat dapat ditembus (permeability), tetapi dunia fisik (luar) tidak dapat berhubungan langsung  dengan pribadi karena suatu fakta harus ada dalam lingkungan psikologis sebelum mempengaruhi/dipengaruhi oleh pribadi.

     B.          Lingkungan Psikologis

            Meskipun pribadi dikelilingi oleh lingkungan psikologisnya, namun ia bukanlah bagian atau termasuk dalam lingkungan tersebut. Lingkungan psikologis berhenti pada batas pinggir elips, tetapi batas antarea pribadi dan lingkungan juga bersifat dapat ditembus. Hal ini berarti fakta-fakta ligngkungan dapat mempengaruhi pribadi. Secara matematis : P = f (LP). Dan fakta-fakta pribadi dapat mempengaruni lingkungan. Secara matematis : LP = f (LP).

C.             C.                Pribadi

            Menurut Lewin, pribadi adalah heterogen, terbagi menjadi bagian-bagian yang terpisah meskipun saling berhubungan dan saling bergantung. Daerah dalam personal dibagi menjadi sel-sel. Sel-sel yang berdekatan dengan daerah konseptual motor disebut sel-sel periferal; p, sel-sel dalam pusat lingkaran disebut sel-sel sentral; s. Sistem motor bertindak sebagai suatu kesatuan karena biasanya lahannya dapat nelakukan sesuatu tindakan pada suatu saat. Begitu pula dengan sistem perseptual artinya orang hanya dapat memperhatikan dan mempersepsikan satu hal pada suatu saat. Bagian-bagian tersebut mengadakan komunikasi dan interdependen, tidak bisa berdiri sendiri.

D.     Dinamika Kepribadian

    Konsep-konsep dinamika dari Lewin yakni kebutuhan energi psikistegangan, kekuatan atau vektor dan valensi. Konstruk-konstruk dinamika ini menentukan lokomosi khusus dari individu dan cara ini mengatur struktur lingkungannya, Lokomosi dan perubahan-perubahan dan struktur berfungsi mereduksi tegangan dengan cara memuaskan kebutuhan. 

Suatu tegangan dapat direduksikan dan keseimbangan dipulihkan oleh suatu lokomosi substitusi. Proses ini menuntut bahwa dua kebutuhan erat saling ketergantungan satu sama lain sehingga pemisahan salah satu  kebutuhan adalah melepaskan tegangan dari sitem kebutuhan lainnya. Akhirnya tegangan dapat direduksikan dengan lokomosi-lokomosi murni khayalan. Seseorang yang berkhayal bahwa ia telah melakukan perbuatan yang sulit atau menempati suatu jabatan yang tinggi mendapat semacam kepuasan semi dari sekedar berkhayal tentang keberhasilan.

 Perkembangan Kepribadian

Menurut Lewin hakekat Perkembangan Kepribadian itu terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut :

1.      Diferensiasi.

Yaitu semakin bertambah usia, maka region-region dalam pribadi seseorang dalam Lingkungan  Psikologis-nya akan semakin bertambah. Begitu pula dengan kecakapan-kecakapan atau keterampilan-keterampilannya.

Contohnya : orang dewasa lebih pandai menyembunyikan isi hatinya dari –pada anak-anak (region anak lebih mudah ditembus).

2.      Perubahan dalam variasi tingkah lakunya.

3.      Perubahan dalam organisasi dan struktur tingkah lakunya lebih kompleks.

4.      Bertambah luasnya arena aktivitas.

Contohnya : Anak kecil terikat oleh masa kini, sedangkan orang dewasa terikat oleh masa kini, masa lampau dam masa depan.

5.      Perubahan dalam realitas. Dapat membedakan mana yang khayalan dan yang nyata, pola berfikir meningkat.

Contohnya : Dari pola berfikir assosiasi menjadi pola berfikir abstrak.

 

 

 

 


No comments:

Post a Comment